5 Langkah Membuat Perencanaan Darurat – ISO 14001

Sertifikasi ISO – Apakah Anda memiliki perencanaan kondisi darurat secara pribadi? Mungkin tidak! tetapi jika Anda tinggal di daerah dengan resiko tinggi seperti gempa bumi, maka memiliki prosedur tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti itu bisa menjadi hal yang bagus. Perencanaan pribadi/personal itu seperti pergi ke ruangan berukuran kecil yang paling tahan terhadap reruntuhan, atau mengisi bak mandi karena ingin terhindar dari berhentinya aliran air.

Jika Anda adalah pemilik dari sebuah perusahaan kecil atau menengah, atau menjalankan sebuah bisnis dan tidak memiliki perencanaan kondisi darurat, maka hendaknya Anda BERHENTI dan BERPIKIR, hal ini terlalu beresiko jika Anda kehilangan segalanya hanya dalam semalam.

Anda tidak memerlukan gelar pendidikan tinggi untuk mengatur perencanaan kondisi darurat di perusahaan kecil Anda. Coba ikuti langkah – langkah dalam artikel ini, dan jangan khawatir jika rencana yang Anda buat tidak sempurna, karena Anda bisa meningkatkannya dari waktu ke waktu.

Tujuan dari perencanaan kondisi darurat
Tujuan dari perencanaan darurat ini adalah memandu atau membimbing individu yang berada dalam situasi kecelakaan atau darurat guna mencegah atau meminimalkan cedera, kerusakan serta kerugian material. Bisa juga mencegah atau mengurangi dampak lingkungan dari kecelakaan atau kondisi darurat tersebut.

Dalam ISO 14001 ayat 4.4.7 menyatakan bahwa: Organisasi atau perusahaan harus menetapkan, menerapkna dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi kondisi darurat serta potensi kecelakaan. Organisasi harus merespon kondisi darurat serta kecelakaan yang terjadi.

Latihan yang baik untuk perencanaan kondisi darurat antara lain: mengidentifikasi resiko utama kecelakaan, menentukan langkah-langkah pencegahan, daftar kontak, selalu mengacu pada lembar data keamanan serta menentukan peralatan tanggap darurat. Ini semua harus ditulis dan disusun secara rapi agar mudah dan cepat dibaca.

Penjelasan dasar
Sebelum kita lebih jauh, mari kita bahas beberapa istilah dasar. ISO 14001 tidak mendefinisikan bentuk istilah seperti insiden, kecelakan serta darurat. Istilah – istilah ini didefinisikan serta digunakan terutama di OH&S (Keselamatan Kerja).

Kamus Inggris Oxford mendefinisikan kata “kecelakaan” sebagai insiden yang terjadi secara tiba – tiba dan tidak disengaja, biasanya mengakibatkan kerusakan atau cedera. Perhatikan bahwa bagian pertama dari definisi tersebut sama di semua kasus, tetapi efeknya tergantung pada situasi tertentu (misalnya: cedera terkait dengan keselamatan kerja, kerusakan lingkungan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan).

Definisi dibawah ini tidak resmi sebab disederhanakan untuk menjelaskan perbedaan mendasar dalam hal yang berkaitan dengan insiden lingkungan, kecelakaan serta kondisi darurat.

  • Insiden – Situasi atau peristiwa yang tidak direncanakan, berpotensi bahaya atau merusak, tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan atau kerugian lainnya.
  • Kecelakaan – situasi yang tidak direncanakan, berpotensi bahaya atau merusak. Peristiwa yang mengakibatkan kerusakan lingkungan atau kerugian lainnya.
  • Darurat – Situasi yang tidak direncakan atau peristiwa yang mengakibatkan keterlibatan layanan darurat publik, polisi atau pihak berwenang terhadap lingkungan.

Langkah – langkah menyiapkan perencanaan kondisi darurat

Langkah – langkah berikut akan menjelaskan cara mengatur rencana darurat Anda sesuai dengan ISO 14001. ISO 14001 merukan standart umum, jadi Anda harus menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan yang ada di tempat.

tcl

Langkah 1: Identifikasi. Anda harus mengidentifikasi secara spesifik akan potensi kecelakaan berdasarkan pada tipikal aktifitas. Jika Anda menjalankan sebuah perkantor, maka api merupakan potensi resiko yang bisa terjadi. Beberapa tipe kecelakaan serta kondisi darurat antara lain:

– Kebakaran
– Ledakan bahan kimia
– Tumpahan atau luberan bahan yang bersifat korosif, beracun, mudah terbakar atau karsinogenik.

Langkah 2: Pencegahan. Anda harus melakukan “brainstorming” kepada karyawan atau personel perusahaan Anda untuk mampu melakukan tindakan – tindakan pencegahan terhadap setiap jenis kecelakaan. ISO 4001 menyatakan bahwa perencanaan kondisi darurat didalamnya meliputi tindakan pencegahan dan pengurangan dampak terhadap lingkungan. Langkah – langkah pencegahan berdasarkan situasi tertentu misalnya:

tcl2

Langkah 3: Perancanaan kondisi darurat. Organisasi atau perusahaan harus menentukan satu atau lebih perencanaan darurat yang didasarkan pada kompleksitas serta kebutuhan. Perencanaan darurat ini bertujuan untuk:

Mendefinisikan jenis kecelakaan dan dampak terhadap lingkungan (langkah 1)
Menentukan langkah – langkah pencegahan (langkah 2)
Memberikan informasi kontak untuk personel utama (on-site & off-site)
Mengidentifikasi lokasi data teknis yang tepat dan peralatan darurat (tata letak)
Menegaskan setiap instruksi khusus atau tindakan
Mengidentifikasi dan memberikan nama – nama orang terlatih dalam pertolongan pertama

Pastikan bahwa semua staf dan karyawan Anda mengetahui perencanaan ini, dimana bisa menemukannya, dan apa yang dikandungnya. Penting sekali untuk mereka tahu bagaimana untuk mencegah kecelakaan dan apa yang harus dilakukan saat kasus kecelakaan terjadi. Seperti yang tercantum pada ISO 14001, Anda harus melakukan pengkajian ulang serta review  perencanaan darurat jika diperlukan, terutama setelah terjadi kecelakaan atau kondisi darurat.

Perencanaan kondisi darurat tidak dimaksudkan menjadi sebuah instruksi yang komprehensif. Ini adalah prosedur operasional yang jelas dan sederhana guna menangani kecelakaan.

Langkah 4. Pelatihan dan uji coba. Anda harus melatih karyawan dan staf tentang langkah – langkah pencegahan serta perencanaan darurat Anda, dan juga Anda harus memasukkan semua informasi latar belakang yang diperlukan dalam pelatihan tersebut. Namun sayangnya tidak cukup itu saja, karena dalam situasi darurat yang nyata, perilaku orang tidak dapat diprediksi. Untuk memastikan bahwa personel tersebut bereaksi sesuai dengan perencanaan darurat, maka Anda harus melakukan latiah secara berkala berdasarkan skenario yang telah ditetapkan. Seberapa sering pelatihan tersebut? jawabannya adalah tergantung dari besaran resiko.

Langkah 5. Evaluasi dan perbaikan. Laporan saat uji coba harus memperhitungkan kesenjangan pertimbangan antara perencanaan darurat dengan hasil uji coba. Output dari laporan uji coba harus fokus kepada pengurangan jarak serta rekomendasi lain yang berkaitan dengan peningkatan perencanaan darurat. Anda akan bisa terus menerus melakukan peningkatan kinerja dari waktu ke waktu dengan melakukan pendekatan ini. Ini juga salah satu persyaratan dari ISO 14001.

Kecelakaan masih bisa saja terjadi, bahkan dengan persiapan dan rencana pencegahan terbaik. Anda akan siap bereaksi cepat meminimalkan cedera, kerusakan lingkungan, kerugian peralatan dan menghilangkan panggilan darurat ke layanan publik ketika kecelakaan terjadi.

Leave a Comment

Name (required)
Email (required)
Comment (required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>